Senin, 16 Februari 2009

Alamat yang unik, aneh, menipu ???

Ini adalah kisah nyata. Suatu ketika seorang mahasiswa baru (maru) meminta biodata saya lewat sms. "Mas, mau minta biodatanya buat tugas osmaru individu. Nama, ttl, alamat, hobi, dll".
Maru biasanya diberi tugas oleh kakak tingkat selaku Panitia OSPEK (pengospek) untuk meminta biodata temannya dan juga kakak tingkatnya.
Setelah sedikit saya tes security, akhirnya saya memenuhi permintaan maru tersebut. Saya menyebutkan nama, alamat, ttl, hobi, dll yang sebenarnya, tidak bohong, tidak pula menipu (karena saya juga tidak mau dibohongi dan ditipu). Setelah saya mengirimkan biodata saya, maru tersebut malah membalas
, "Mas e tego tenan ik, masa ada desa karanganyar kec. sukoharjo? Nanti mas akan saya tuntut balik karena sudah mengirimkan data yang menipu". Kemudian saya balas lagi smsnya, "Kalo tidak percaya ya sudah. Silahkan liat di KTP atau SIM saya. Kalo tidak tahu jangan sok tahu". Maru itupun menyerah "Iya mas. piss..". Saya tertawa setelah membacanya, hahahahhahahaha
Itulah pengalaman menarik yang disebabkan oleh alamat saya yang memang unik karena mengandung nama tiga kota sekaligus. Alamat saya adalah Desa Karanganyar, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Banyak temen-teman saya di kampus yang tidak percaya dengan alamat tersebut. Mungkin karena saya kuliah di Solo. Apa hubungannya dengan Solo? Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo memang bertetangga dengan Kota Solo, jadi banyak yang tidak percaya dengan "Desa Karanganyar Kecamatan Sukoharjo". Mungkin itu sebabnya maru tadi mengira saya menipunya. Padahal memang itu faktanya.

Mungkin begini sms-an waktu itu :
Maru : "Mas, mau minta biodatanya buat tugas osmaru individu. Nama, ttl, alamat, hobi, dll". Maru ilkomp 08.
Saya : (sedikit saya tes security)
Darimana saya tahu anda maru ilkomp 08? Untuk apa biodata tersebut?
Maru : (memberi beberapa bukti, saya lupa kalimatnya)
Saya : (memberi penjelasan) Tadi itu sedikit security. Penyalahgunaan biodata seseorang dapat dituntut oleh orang yang mempunyai biodata tersebut.
(kemudian saya tulis biodata saya). Nama: Eko Prasetyo, TTL: ... , Alamat: Ds.Karanganyar, Kec.Sukoharjo, Kab.Wonosobo (ini penyebab konfliknya).
Maru : (balasan yang tidak tahu diuntung :-D :-P) "Mas e tego tenan ik, masa ada desa karanganyar kec. sukoharjo? Nanti mas yang saya tuntut balik karena sudah mengirimkan data yang menipu".
Saya : ~!@#$%^&*... "Kalo tidak percaya ya sudah. Silahkan liat di KTP atau SIM saya. Kalo tidak tahu jangan sok tahu".
Maru : "Iya mas. piss..".
Mungkin cerita ini memicu gelak tawa pemirsa. hehe... Teman saya yang saya ceritai pun tertawa mendengar kisah ini. :-D

Untuk maru yang bersangkutan dipersilhakan memberi komentar, jika mau.

My Hometown : Wonosobo

Saat orang/teman saya bertanya dari mana asal saya, saya jawab dari Wonosobo. Tapi banyak yang tidak tahu dimana kota Wonosobo itu. Jawa Barat atau Jawa Timur? :-(. Kemudian saya jelaskan, Wonosobo itu adalah The Middle Town in Central Java (mungkin itu bahasa Inggrisnya, maaf kalau salah). Ya. Wonosobo adalah kota paling tengah di Jawa Tengah.

Wonosobo adalah tempat yang istimewa. Disanalah tempat terjadinya perubahan bahasa, yaitu bahasa wetan (soloan) dan bahasa kulon (banyumasan) -istilah bahasa wetan dan bahas kulon adalah istilah saya sendiri-. Kabupaten yang wilayah bagian timur diapit dua gunung, yaitu Sindoro dan Sumbing (setiap pulang kampung saya selalu melewati jalan diantara dua gunung ini). Di bagian utara terdapat Pegunungan Dieng yang terkenal -sebagai informasi, saya tinggal di daerah Dieng selama kurang lebih 10 tahun. Di bagian selatan terdapat waduk Wadaslintang yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen (tetapi saya belum pernah ke daerah ini).
Di bagian barat, berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, batasnya adalah Sungai Serayu. Di daerah inilah saya tinggal. Tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo.

Perkumpulan Mahasiswa Banjarnegara / Wonosobo, where are you??

Komunitas mahasiswa berbahasa banyumasan versi Wonosobo(bagian kulon) dan Banjarnegara(khusus Wangon ngetan) yang blum parah ngapaknya/sedang-sedang saja (tidak seperti gaya Purwokerto, Cilacap, dll yang juga tidak saya sukai) sangat saya rindukan. Bagaimana tidak, bahasa tersebut adalah bahasa kampung halaman saya, jadi sangat sayang untuk tidak saya ucapkan beberap kata sehari.
Beruntungnya, Alhamdulillah, pada tahun pertama, saya satu kos dengan teman dari Cilacap, jadi ada teman ngapaknya. Tapi gaya bahasanya banyak yang tidak sama dengan gaya bahasa saya. Ada beberapa kata yang tidak saya ketahui artinya. Di kampus juga saya satu kelas dengan beberapa orang yang berbahasa ngapak, tetapi gaya ngapaknya berbeda dengan saya.
Kembali ke topik semula. Tidak seperti kota-kota lain, mahasiswa yang berasal dari Wonosobo dan Banjarnegara di UNS sangat sedikit menurut pengamatan saya. Kabar ada perkumpulan atau silaturahim cah Banjar atau cah Sobo pun tak terdengar. Entah kapan bisa ada...

UNS Homogen

Menurut pengamatan saya selama lebih dari 1 tahun kuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta -entah kenapa singkatannya UNS bukan USM-, mahasiswa di sini sebagian besar adalah cah-cah SOLORAYA alias plat AD------ alias eks Karesidenan Surakarta yaitu Solo, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, dan Klaten. Sangat jarang saya temui mahasiswa dari luar SOLORAYA. Jadi menurut saya mahasiswa di UNS sangat tidak heterogen sekali (kata-kata terakhir tadi penuh redundansi karena jelehnya) atau dalam bahasa sehari-hari bisa dikatakan "UNS isinya cuma anak-anak solo dan sekitarnya".

Saya perkirakan 75% mahasiswa UNS berasal dari eks karesidenan Surakarta. Saya mengambil sampel dari jurusan saya, Ilmu Komputer, 75% nya adalah cah SOLORAYA.
Bukan apa-apa, menurut saya kurang menarik saja sebuah Perguruan Tinggi homogen. Ragam kebudayaan sangat sedikit, membosankan, setiap kenalan atau melihat biodata, alamatnya hanya Surakarta, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, dsb.
Ini hanyalah sebatas opini saya saja. Mohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan.

Belajar nge-blog

Blog memang sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup pada era teknologi internet seperti sekarang ini. Blog merupakan media yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas dalam menulis, berbagi ilmu-ilmu pengetahuan, atau juga sebagai media penyambung silaturahmi.
Saya sendiri masih belum lama kenal dengan dunia blogging, kira-kira baru satu setengah tahun yang lalu saya tahu cara membuat blog. Saat SMA pun saya masih belum tahu apakah yang disebut dengan blog -sebuah pertanyaan yang saya anggap pertanyaan bodoh :-D-, maklum waktu SMA baru bisa belajar internet, belajar browsing, buat e-mail, buat Friendster, seperti para beginner lainnya. Setelah tahu cara membuat blog, kemudian saya coba-coba membuat blog di sebuat warung internet. Wordpress-lah yang saya pilih untuk blog pertama saya karena sangat lama untuk membuka halaman blogger.com saat itu. Namun karena ketidakkreatifan saya, blog pertama saya tersebut tidak berisi tulisan apapun. Setelah mendapat koneksi internet yang mencukupi, dan terdorong oleh teman-teman yang banyak menggunakan blogger, saya pun ikut membuat blog dengan blogger. Sampai sekarang kedua blog tersebut tetap masih belum terisi tulisan apapun, hanya sedikit tulisan iseng biar tidak kosong mlompong :-D. Mungkin ini karena ketidakkreatifan saya. Tetapi tidak apa-apa, sambil latihan, lama-lama kan tambah tulisannya. Betul tidak??